Senin, 10 Oktober 2011

BATIK PEKALONGAN

    
     

MANFAAT WORTEL BAGI KESEHATAN

Manfaat Wortel Bagi Kesehatan Serta Khasiatnya meliputi:

  • Mencegah penyakit jantung: Dalam sebuah studi yang dimaksudkan untuk mengungkapkan nilai terapeutik peneliti wortel di Wolfson gastrointestinal Laboratorium di Edinburgh, Skotlandia mengungkapkan bahwa mengurangi kadar kolesterol sebesar 11 persen jika tujuh ons wortel mentah setiap hari diambil selama berminggu-minggu Engkau. Kolesterol tinggi merupakan faktor utama untuk penyakit jantung. Karena konsumsi secara teratur wortel mengurangi tingkat kolesterol itu baik untuk mencegah masalah jantung yang terkait. Sekelompok ilmuwan Swedia menemukan bahwa sayuran akar dapat mengurangi kemungkinan terkena serangan jantung. Sebuah studi yang dilakukan di Mario Negri Institut Penelitian Farmakologi di Italia menemukan bahwa mereka yang makan lebih banyak wortel memiliki sepertiga risiko serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang makan wortel lebih sedikit.

  • Mencegah kanker : beta-karoten konsumsi telah dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa kanker, terutama kanker paru-paru. Peneliti Inggris menemukan bahwa peningkatan konsumsi beta-karoten 1,7-2,7 miligram sehari resiko kanker paru-paru berkurang lebih dari 40 persen. Wortel rata-rata mengandung sekitar tiga miligram Beta-karoten. Dalam sebuah studi, peneliti menemukan bahwa makan wortel kaya serat mengurangi risiko kanker usus besar sebanyak 24 persen. Studi lain menunjukkan bahwa perempuan yang makan wortel mentah 5-8 kali lebih mungkin mengembangkan kanker payudara daripada wanita yang tidak makan wortel.
  • Degenerasi makula: Ini adalah penyakit mata umum lansia. Ini merusak makula. Penelitian menemukan bahwa orang yang makan paling Beta-karoten memiliki risiko empat puluh persen lebih rendah dari degenerasi makula dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi sedikit.
  • Meningkatkan penglihatan: Defisiensi vitamin A dapat menyebabkan beberapa kesulitan melihat dalam cahaya redup. Karena wortel kaya akan vitamin A itu baik untuk meningkatkan penglihatan.
  • Stroke: Sebuah wortel sehari dapat mengurangi risiko stroke hingga 68 persen. Banyak penelitian yang memperkuat "efek wortel" pada otak. Studi dilakukan pada pasien stroke menunjukkan bahwa wortel dengan tingkat tertinggi Beta karoten memiliki tingkat kelangsungan hidup terbaik.
  • Diabetes: Wortel yang baik untuk regulasi gula darah karena adanya karotenoid dalam wortel. Karotenoid terbalik mempengaruhi resistensi insulin dan gula darah sehingga lebih rendah.
  • Wortel memiliki kualitas antiseptik dan karena itu, dapat digunakan sebagai pencahar, vermicide dan sebagai obat untuk kondisi hati. Minyak wortel baik untuk kulit kering. Dengan memakan wortel Itu membuat kulit lebih lembut, halus dan kencang. Jus wortel juga meningkatkan kesehatan perut dan pencernaan.
Dengan demikian, wortel di hidangkan dalam bentuk baku, jus,sop, atau sayuran lainnya sangat bermanfaat untuk kesehatan anda, mulai dari sekarang cintailah sayur dan buah ^_^ Manfaat Wortel Bagi Kesehatan Serta Khasiatnya

PANTUN PENDIDIKAN

Jika pergi ke padang datar
Jangan lupa pulang berlabuh
Jika kita kepingin pintar
Belajarlah sungguh-sungguh
Jika ingin mendulang cadas
Jangan lupa palu baja
Jika murid tumbuh cerdas
Guru pun ikut bahagia
Jika kamu pergi ke dusun
Jangan lupa bawa beras
Belajarlah dengan tekun
Agar kita naik kelas
Jika kita makan petai
jangan lupa makan kerupuk
Jika kita ingin pandai
Ranjin-rajin baca buku
Kehutan mencari rusa
Hendaklah membawa tali
Wahai anak-anak bangsa
Cepat bangun lekas mandi
Andai ini hari rugi
Tentu mujur esok lusa
Jangan lupa gosok gigi
Sebab kamu anak bangsa
Hendaklah melempar jangkar
Kalau ada perahu singgah
Kalau anak bangsa pintar
Negeri ini akan bangga
Masak angsa dikuali
Bukan saja di perigi
Hendaklah kamu mengabdi
Di pangkuan ibu pertiwi
Pergilah ke tepi kali
Jangan lupa bawa guci
Bangkitlah anak pertiwi
Bangunlah negerimu ini
Jika kita pegang kuas
Melukislah pada kertas
Jika anak bangsa cerdas
Bangsa pun berkualitas
Jika hendak kamu melamar
Jangan banyak tulis dihapus
Jika siswa rajin belajar
Sudah tentu pasti lulus

STRATEGI BELAJAR JITU


Persiapkan Sejak Jauh-Jauh Hari
Kebiasaan buruk bagi kebanyakan para pelajar adalah belajar dadakan. Belajar semalam sebelum ujian. Emang kita kayak BJ Habibie ya ? Yang bisa langsung ngerti sebuah pelajaran hanya dalam waktu semalam.
Berbagi pengalamanku dalam persiapan UM-UGM 2008 (13 April 2008) dan SPMB 2008 (sekitar Bulan Juni 2008), persiapanku udah jauh-jauh hari sebelumnya. Aku mempersiapkan semuanya sejak bulan Agustus 2007 yang lalu. Targetku adalah, setiap bulan aku harus menuntaskan pemahaman materi 1 mata pelajaran yang akan diujikan.
Dan bulan-bulan berikutnya tinggal mengulang dan mengerjakan soal-soal tahun sebelumnya aja. Mudahan teknik ku kali ini berhasil. Soalnya mengingat 2 tahun yang lalu ketika akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, aku hanya mempersiapkannya selama sebulan. Dan itu ga cukup memberikan hasil yang maksimal.
Jadi persiapan jauh-jauh hari itu sangat dianjurkan. Kita akan punya kesempatan yang lebih banyak untuk mendalami karakteristik soal. Dan ketika kita sudah merasa siap, soal mah akan lewat…
Buat Kartu Rencana Belajar
Ini juga merupakan satu hal yang kusuka. Membuat jadwal belajarku dalam kartu-kartu. Misalnya, pagi aku belajar apa aja. Trus belajarnya seperti apa. Apa mengerjakan soal atau mendalami materi atau surfing-surfing di Internet tentang materi tersebut. Trus ketika siang, apalagi yang kupelajari, menggunakan metode apa. Begitu seterusnya hingga malam.
Untuk membuat itu, aku hanya menggunakan aplikasi dari Microsoft Office Outlook. Disitu kan ada fasilitas kalender. Nah, aku tinggal menyusun rencanaku itu dalam urutan-urutan. Nah, setelah kurasa mantap, tinggal di print deh. Trus ditempel di dinding. Jadi seharian itu aku akan berusaha mematuhi jadwal itu.
Memang perencanaan itu penting. Soalnya kalau hidup kita ga teratur, kita akan sulit mencapai target yang kita inginkan.
Gunakan Metode Belajar yang Tepat untuk Tiap Pelajaran
Tidak ada pelajaran yang sama. Karena itu satu teknik belajar belum tentu bisa digunakan untuk mata pelajaran yang lain.
Untuk mata pelajaran hitung-hitungan, lebih baik mengurangi porsi untuk belajar materinya. Lebih baik banyakin deh ngerjain soal. Karena pemahaman kita akan semakain berkembang seiiring dengan makin banyaknya soal-soal yang kita jajal.
Nah, untuk materi-materi yang butuh hapalan, lebih baik banyakin memahami materinya. Ingat ya, memahami. Bukan mengahapal. Emang agak terdengar aneh. Tapi ini bener-bener bekerja bagiku. Misalnya ketika saya harus menghapalkan istilah-istilah biologi, saya tidak langsung menghapal istilah-istilah itu, tapi saya mencari tahu dulu apa arti dari kata-kata ilmiah itu.
Contohnya, saya disuruh menghapalkan hewan-hewan yang termasuk golongan gastropoda. Saya tidak langsung menghapalkan hewan-hewan yang masuk didalam golongan gastropoda. Tapi saya mencari tahu dulu arti dari gastro dan poda. Ternyata artinya adalah perut dan kaki. Jadi gastropoda itu adalah hewan yang berjalan menggunakan perut. Nah, lebih mudah kan membayangkan hewannya seperti apa.
Trus untuk pelajaran hapal-hapalan yang berhubungan dengan tanggal, saya banyak menggunakan metode jembatan keledai. Metode ini terbukti sangat ampuh. Misalnya kita disuruh menghapal tanggal lahirnya Pangeran Tukul (hehehe nama rekayasa aja), 19 Desember 1936. Aku akan mengumpamakannya begini. Ehm, karena tanggalnya sama dengan dua angka awal tahunnya (19 Desember 1936), aku tidak perlu menghapal itu. Jadi sekarang hanya tinggal menghapal “Desember” dan “36″.
Karena tukul itu cerewet dan banyak omong, jadi bisa dibilang kan kalau dia itu ember. Nah, ada kesamaan tuh antara ember dengan desember. Trus sekarang tinggal ngapal angka 36. Apa ya ? Ehm gini, mungkin aja tukul pengen berpoligami dan punya istri 3. Dan dari tiap istri punya anak masing-masing 2 orang. Jadi dia akan punya 3 istri dan 6 orang anak. Kalau digabungin kan 36.
Nah seperti itu contohnya. Jadi semakin kreatif dan gila ide mengubungkan kata-kata, semakin mudah bagi otak kita mengingatnya. Percaya deh.
Pilih Waktu Belajar yang Paling Kamu Suka
Nah, ini juga penting. Memilih waktu belajar yang sesuai dengan jam biologis kita. Kita tau, tiap orang punya jam biologis yang berbeda-beda. Misalnya ada orang yang sanggup bergadang di atas jam 12 malam ke atas. Sedangkan ada yang udah tepar di jam 10 malam (kayak aku hehehe). Nah mungkin yang hobi bergadang itu bisa berkonsentrasi di waktu malam. Ketika semua orang sedang tidur.
Sebaliknya, yang biasa tidur cepat akan bangun lebih awal di subuh hari. Dan ketika pikirannya udah jernih, ia bisa berkonsentrasi lebih baik untuk belajar. Dan ini yang biasa kupraktekkan.
Jadi pilihlah yang sesuai dengan jam biologis kita masing-masing.
Jangan Lupa Doa
Nah ini dia yang ga boleh terlupa. Banyak-banyaklah berdoa ketika kita telah melaksanakan ikhtiar dengan maksimal. Karena, sekeras apapun usaha kita, kalau Allah tidak mengijinkan kita untuk lulus, kita tidak akan pernah lulus. Namun jangan sakit hati atau kecewa kepada Allah akan keputusan itu.
Karena yakinlah Allah telah menyiapkan rencana hidup bagi diri kita masing-masing. Dan rencana itu sangat indah. Mungkin pada awalnya kita akan menggurutu dan kecewa, tapi diakhirnya nanti, kita akan tersenyum.
Aku sudah membuktikannya ketika beberapa kali ga lulus masuk ke perguruan tinggi, ada yang lebih indah dari itu yang Allah persiapkan buatku. Mungkin kalau aku waktu itu masuk ke perguruan tinggi, aku tidak akan merasakan nikmat itu.
Nikmat itu adalah bertambahnya pemahamanku terhadap makna belajar yang sebenarnya. Dan itu sanggup merubah secara keseluruhan tujuan hidupku. Yang dulu terlalu banyak berpikir untuk mengejar materi semata, alhamdulillah sekarang bisa beralih untuk mengejar ilmu dan ibadah.
Dan sebagai bonusnya, Allah memberikan kesempatan kepadaku untuk melihat keagungan-Nya di negeri-negeri lain. Singapura, Thailand, Malaysia, Belanda dan Swiss adalah negara-negara yang pernah kukunjungi berkat ga lulus SPMB dan ujian masuk perguruan tinggi. Hehehe aneh memang. Tapi itu, indahlah rencana Allah tidak ada yang tahu.

ISTANA COKELAT

Istana Cokelat

Aku melayang. Berayun naik-turun. Segala sesuatu di depanku terlihat sama. Tapi aku tak peduli. Aku benar-benar menikmatinya. Potongan cokelat terakhir yang kulahap menyebarkan rasa manis yang hangat. Matahari yang terlihat di antara lengkungan cabang dan ranting mengirimkan bayangan dedaunan di wajahku. Senyumku melebar.

Kalau saja hidup sesederhana ini, kurasa aku tak akan pernah melewatkan sedetikpun dalam hidupku. Meresapi segala kenikmatan yang tersimpan dan menunggu untuk ditemukan. ''Ismail!'' kata Emir. Aku menghentikan papan ayunanku, menoleh padanya. Dia duduk di papan satunya lagi. Tangannya yang putih bersih terampil membuka kertas timah yang tampak berkilat. Sebatang cokelat utuh dan tampak menggoda terbuka di pangkuannya. Ia membagi kudapan itu menjadi dua bagian, memberikan potongan yang sama besar untukku. ''Makanlah!'' Katanya. ''Hidup sudah cukup pahit. Cokelat membuat perasaanmu lebih baik, bukan?'' Aku tahu dia akan berkata seperti itu. Kalimat itu sering kudengar saban hari sejak kami mulai bersahabat.

Aku dilahirkan dari keluarga sederhana. Ibuku hanya lulus SMP, ayahku bekerja serabutan, dan rumah mungkil kami hanya sedikit perabot. Hidup kami bisa dibilang sempurna. Ibuku wanita bahagia yang tidak pernah kehilangan lelucon dan ledakan tawa. Setiap hari ia bekerja di dapur, berkutat dengan aroma bumbu dan dentingan spatula. Ibu membagi waktunya dengan sempurna untukku, untuk ayah, dan untuk pekerjaan sambilannya. Namun bertahun-tahun berlalu, aku menyaksikan dengan cemas tawa di wajah ibuku perlahan-lahan padam, hilang sama sekali. Seandainya saja seorang pengemudi setengah mabuk tidak menabrak ayahku hingga tewas, hidupku tidak akan pernah terasa pahit.

''Bagaimana rasanya?'' Emir menghentakkan kakinya ke tanah, berayun dengan kencang di sampingku. Aku menggigit batangan cokelat yang renyah dan garing. Kehangatan kembali menyebar di tubuhku. ''Aku suka cokelat.'' kataku. ''Seandainya saja aku kaya, aku akan membuat Istana Cokelat dan hidup di dalamnya hingga dunia kiamat.''

Emir tertawa. ''Kupikir aku akan melakukan hal yang sama. Itu keren!''.
Aku berpaling padanya, menyaksikan jemarinya yagn mencengkeram rantai ayunan, wajahnya yang tersenyum pada langit, dan matanya yang terpejam menikmati angin. Tiba-tiba gelombang rasa sakit menerpaku.

Pertamakali aku bertemu dengannya, aku menyadari kesamaan di antara kami berdua: nasib buruk. Ia kehilangan ibunya dan menjalani hari-hari yang suram bersama ayahnya yang tempramen. Aku kehilangan ayahku dan hidup dalam ketidakpastian. Ayah Emir seorang Lurah kaya-raya dengan mobil mengkilap dan rumah mewah yang mengundang pertanyaan para warga. Perutnya terlihat bengkak, raut wajahnya kaku dan seram. Ia pernah membuat warga panik dengan letusan senjata apinya yang membahana, gara-gara hal sepele yang melibatkan bayangan kucing di halaman belakang. Sejak saat itu ia bersumpah, bahwa ia tak bakal segan-segan mengosongkan amunisinya jika melihat bayangan penyusup lagi di pekarangan rumahnya. Satu hal yang membuatnya begitu, ia benar-benar kikir. Ia memimpin desa dengan buruk dan kejam. Berbeda dengan janji-janjinya semasa kampanye dulu, janji-janji dan kelang sarden yang ditinggalkan di pintu-pintu rumah. Emir membenci ayahnya. Membenci segala hal yagn ia dapatkan sejak rumor tentang korupsi dan kebobrokkan ayahnya mencuat. Ia sering berkata padaku bahwa ia benar-benar menyesal dengan darah yang mengalir di tubuhnya. Aku mencoba menghentikannya, tapi sayangnya itu tak banyak berpengaruh.

Orang-orang dewasa sering memanggilnya, membelai wajahnya yang tampan, dan mengamati lekat-lekat matanya yang berbinar, hanya untuk mengatakan satu hal: ''Kau benar-benar mirip ayahmu, Emir.'' Pada awalnya hal itu tidak terlalu mengganggu. Namun sejak kami beranjak remaja, sejak kami bisa menilai berbagai hal dan menentukan apa saja yang kami inginkan, Emir tidak menyukai hal itu.

Suatu hari, demi menentang pernyataan orang-orang dewasa, ia berdiri di depan cermin dan berdandan seperti anak perempuan. Ia mengenakan kerudung, rok dan sepatu anak perempuan yang dipinjamnya dari seorang teman. Ia berjalan ke sekolah, menggegerkan semua orang, dan jujur saja, membuatku malu. ''Apa yang kau lakukan?'' Aku menarik tangannya, menyeretnya ke kamar mandi. ''Aku berharap orang-orang melihatku dan berkata betapa miripnya aku dengan ibuku.'' Ia terdengar malu dan pasrah. ''Aku tidak suka mereka bilang aku mirip ayah.''
Bahuku tiba-tiba merosot. Aku membiarkannya terpaku di depan cermin, lalu masuk ke dalam bilik kloset dan mengunci diri di dalamnya. Aku menyalakan keran keras-keras; Emir tak perlu tahu aku sedang menangis.
''Kapan ibumu pulang?''Emir mengagetkanku.

Ibuku sudah tiga tahun di Arab Saudi. Selama ini aku tinggal bersama nenekku yang sakit-sakitan. Aku terpaksa berhenti sekolah untuk membantunya membeli eras dan lauk-pauk. Ibuku tidak pernah mengirimkan uang. Hubungan kami terputus sejak kami berpelukan distanplat terminal bertahun-tahun yang lalu. Beberapa bulan setelah orang-orang mengubur ayahku. Aku masih merasakan pelukannya yang hangat ditubuhku. ''Berjanjilah untuk kembali secepatnya.'' Kataku. Ibuku mengangguk. ''Belikan aku sarung dan peci baru, Mama.'' Ia mengeratkan dekapannya. Aku memejamkan mataku yang basah. Rambutnya harum, hitam bergelombang. Aku akan sangat merindukannya.
''Idul Adha nanti. ''Kataku.''Seseorang mengabariku. Dia sama seperti Mama. Tapi dia pulang lebih dulu berminggu-minggu lalu. ''Aku menelan gumpalan cokelat di mulutku. Berhenti berayun. Menendang-nendang kerikil dengan ujung kakiku. ''0 ya, apakah ayahmu tidak berkurban tahun ini?''

Emir tersenyum lelah. Memandangku tak berdaya. ''Kau tahu dia tak akan melakukannya. Kuharap suatu saat Tuhan bakal memaksanya mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya. ''Ia beranjak dari papan ayunan. ''Ayo pergi. Sepertinya aku butuh udara segar.''
Aku tersenyum. Berlari mengejarnya. Rerumputan di kaki kami menari bersama angin.

******

Emir berdiri di depan cermin kamarku. Mengagumi penampilan barunya yang mengejutkan. Sore itu, tiba-tiba saja ia berlari ke rumahku berkata bahwa ia ingin terlihat sebagaimana ia melihatku. Maka aku mengantarnya ke kios pangkas rambut langgananku, meminjaminya kaos butut berlengan pendek, dan membiarkannya tenggelam dalam rasa bangga karena terlihat seperti gelandangan. Dia bilang, ''Apa aku sudah cukup terlihat kumur?'' Aku tersenyum.

Malam itu gema takbir berkumandang dari pengeras suara masjid-masjid. Kami berkeliling membawa obor, bersuka cita di antara suara tabuhan beduk dan letupan bunga-bunga api.Aku menunjukkan padanya, bahwa seperti inilah cara kami merayakan malam takbir. Berkeliling dari sudut ke sudut kampung. Memecah kesunyian yang tercipta sejak matahari meninggalkan singgasananya di langit. Sambil membuntuti iring-iringan pawai, Emir dan aku menendang-nendang bola dengan riang. Saling berbagi operan, sundulan, hingga pakaian kami basah dan bernoda gelap. Suatu ketika aku menyundul bola itu terlalu keras, hingga kami harus melihatnya lenyap di balik tembok semen sebuah bangunan. ''Jangan cemas, serahkan saja padaku.'' Kata Emir riang. Ia memanjat tembok pagar dan menghilang dibalik kegelapan sebelum aku mampu mencegahnya.

Aku terlambat menyadari apa yang baru saja terjadi. Alih-alih menunggu, aku menyusulnya tergesa-gesa. Memanjat tembok itu, menghindari deretan baling runcing yang sengaja disematkan, dan mendarat di atasu semak-semak yang kasar. Aku melihatnya membungkuk di bawah sebuah pohon, cahaya lampu dari belakang rumah gedongnya membuat sosok Emir hanya berupa siluet gelap yang dingin dan misterius. Aku berjalan pelan-pelan, walaupun aku ingin seali berlari. Teriakanku tertahan di kerongkongan saat itu juga. Waktu berjalan sangat lambat. Membekukan segalanya. Merampas ingar-bingar yang semula terdengar. Sebelum aku sempat meraih tangannya, tiba-tiba saja sebuah ledakan terdengar. Begitu keras!!!.

Emir mendadak roboh di sampingku. Ledakan kedua menyusul. Sesuatu yang basah menggelegak dari tubuhku.
Aku mendarat keras di permukaan tanah yang beku dan asing. Sebutir peluru panas menaklukkanku.

''Ismail, ''bisik Emir. ''Aku melihatnya, aku melihat Istana itu... Istana Cokelat kita....burung-burung terbang dengan riang.... ''Aku menggenggam tangannya. Rasanya dingin. Persis seperti tanganku.

*****

Aku menyaksikan segalanya dari balik jendela bus tua yang membawaku. Segala sesuatu tampak berbeda sekarang ini. Tiga tahun sudah aku meninggalkan tempat ini. Demi masa depanku. Demi putraku. Demi Ismail. ''Mama, bawakan aku peci dan sarung baru''. Aku memejamkan mata. Rasanya berabad-abad sudah sejak aku mendengar kata-kata itu. Ismailku tersayang, sudah seperti apa rupamu saat ini, nak? Aku kembali mengeratkan sweter yang membungkus tubuhku. Menutupi luka-luka yang kudapatkan ketika aku terkurung di rumah keluarga asing yang tidak bisa menegaskan sikapnya tanpa menyakitiku. Tapi aku tak mau siapapun tahu apa yang menimpaku. Bahkan putraku. Aku memeluk peci dan sarung baru dalam tas plastik kusam, kondektur membukakan pintu untukku. ''Ismail, aku pulang, nak.''Hatiku berkata. Namun saat aku menurunkan kakiku di tepi jalan, di tanah dimana aku dibuai dan dilahirkan, hatiku tiba-tiba terasa hampa. Aku merasa sangat kesepian.

ARTI PERSAHABATAN

Judul: Arti Persahabatan

Bagiku arti persahabatan adalah teman bermain dan bergembira. Aku juga sering berdebat saat berbeda pendapat. Anehnya, semakin besar perbedaan itu, aku semakin suka. Aku belajar banyak hal. Tapi ada suatu kisah yang membuat aku berpendapat berbeda tentang arti persahabatan. Saat itu, papa mamaku berlibur ke Bali dan aku sendirian menjaga rumah...

“Hahahahaha!” aku tertawa sambil membaca.

“Beni! Katanya mau cari referensi tugas kimia, malah baca komik. Ini aku menemukan buku dari rak sebelah, mau pinjam atau tidak? Kamu bawa kartu kan? Pokoknya besok kamis, semua tugas kelompok pasti selesai. Asal kita kerjakan malam ini. Yuhuuuu... setelah itu bebas tugas. PlayStation!” jelas Judi dengan nada nyaring.

Judi orang yang simpel, punya banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe.. Dari kelas 1 SMA sampai sekarang duduk di kelas 2 - aku sering sekelompok, beda lagi kalau masalah bermain PlayStation – Judi jagoannya. Rasanya seperti dia sudah tau apa yang bakal terjadi di permainan itu. Tapi entah kenapa, sekalipun sebenarnya aku kurang suka main PlayStation, gara-gara Judi, aku jadi ikut-ikutan suka main game.

Sahabatku yang kedua adalah Bang Jon, nama sebenarnya Jonathan. Bang Jon pemberani, badannya besar karena sehari bisa makan lima sampai enam kali. Sebentar lagi dia pasti datang - nah, sudah kuduga dia datang kesini.

“Kamu gak malu pakai kacamata hitam itu?” Tanyaku pada Bang Jon yang baru masuk ke perpustakaan. Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku heran, orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik dikelilingi dua sahabat yang over dosis pada berbagai hal.

Kami pulang bersama berjalan kaki, rumah kami dekat dengan sekolah, Bang Jon dan Judi juga teman satu komplek perumahan. Saat pulang dari sekolah terjadi sesuatu.

Kataku dalam hati sambil lihat dari kejauhan “( Eh, itu... )”.
“Aku sangat kenal dengan rumahku sendiri...” aku mulai ketakutan saat seseorang asing bermobil terlihat masuk rumahku diam-diam. Karena semakin ketakutannya, aku tidak berani pulang kerumah.
“Ohh iya itu!” Judi dan Bang Jon setuju dengan ku. Judi melihatku seksama, ia tahu kalau aku takut berkelahi. Aku melihat Judi seperti sedang berpikir tentangku dan merencanakan sesuatu.
“Oke, Beni – kamu pergi segera beritahu satpam sekarang, Aku dan Bang Jon akan pergoki mereka lewat depan dan teriak .. maling... pasti tetangga keluar semua” bisikan Judi terdengar membuatku semakin ketakutan tak berbentuk.

Karena semakin ketakutan, terasa seperti sesak sekali bernafas, tidak bisa terucapkan kata apapun dari mulut. “...Beni, ayo...satpam” Judi membisiku sekali lagi.

Aku segera lari ke pos satpam yang ada diujung jalan dekat gapura - tidak terpikirkan lagi dengan apa yang terjadi dengan dua sahabatku. Pak Satpam panik mendengar ceritaku – ia segera memberitahu petugas lainnya untuk segera datang menangkap maling dirumahku. Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya. Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan kembali ke rumahku.

“Ya Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam lain yang datang lebih awal dari pada aku saat itu sedang mengolesi tisu ke hidung Bang Jon yang berdarah. Terlihat juga tangan Judi yang luka seperti kena pukul. Satpam langsung menelpon polisi akibat kasus pencurian ini.

“Jangan kawatir... hehehe... Kita bertiga berhasil menggagalkan mereka. Tadi saat kami teriak maling! Ternyata tidak ada tetangga yang keluar rumah. Alhasil, maling itu terbirit-birit keluar dan berpas-pasan dengan ku. Ya akhirnya kena pukul deh... Judi juga kena serempet mobil mereka yang terburu-buru pergi” jawab Bang Jon dengan tenang dan pedenya.
Kemudian Judi membalas perkataan Bang Jon “Rumahmu aman - kita memergoki mereka saat awal-awal, jadi tidak sempat ambil barang rumahmu.”

Singkat cerita, aku mengobati mereka berdua. Mama Judi dan Ban Jon datang kerumahku dan kami menjelaskan apa yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa adanya maling ini seperti tidak pernah terjadi.
“Hahahahaha... “ Judi malah tertawa dan melanjutkan bercerita tentang tokoh kesayangannya saat main PlayStation. Sedangkan Bang Jon bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan kacamata hitamnya sesaat sebelum hidungnya kena pukul. Bagaimana caranya? aku juga kurang paham. Bang Jon kurang jelas saat bercerita pengalamannya itu.

“( Hahahahaha... )” Aku tertawa dalam hati karena mereka berdua memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak mungkin menangisi mereka, malu dong sama Bang Jon dan Judi. Tapi ada pelajaran yang kupetik dari dua sahabatku ini.

Arti persahabatan bukan cuma teman bermain dan bersenang-senang. Mereka lebih mengerti ketakutan dan kelemahan diriku. Judi dan Bang Jon adalah sahabat terbaikku. Pikirku, tidak ada orang rela mengorbankan nyawanya jika bukan untuk sahabatnya ( Judi dan Bang Jon salah satunya ).

Senin, 03 Oktober 2011

PAMERAN BATIK

Senin,3 Oktober 2011 kemarin semua siswa SMA dan SMP se-Kota Pekalongan dikumpulkan untuk menyambut kedatangan Ibu Ani Yudhoyono beserta rombongan yang rencananya akan datang di Pameran Batik yang ada di Jetayu.Dari Sekolah saya berjalan kaki bersama menuju ke Jetayu pukul 08.00 WIB.Sampai disana banyak sekali siswa-siswa dari Sekolah lain dan Polisi-polisi yang bertugas untuk mengamankan/menertibkan siswa untuk menyammbut Ibu Ani Yudhoyono beserta     rombongan.Sebenarnya,Bapak SBY juga akan hadir dalam acara tersebut.Namun,dikarenakan sakit Bapak SBY tidak dapat hadir dalamn acara tersebut.Para Siswa menunggu di trotoar jalan.Setelah menunggu cukup lama akhirnya Ibu Ani beserta rombongan datang.Ibu Ani melambaikan tangannya dan melempar senyuman kepada kami.Saya sangat senang karena itu merupakan pengalaman pertamaku melihat secara langsung Ibu Ani Yudhoyono,yang biasanya aku hanya melihat dari televisi saja.Ternyata setelah melihat secara langsung Ibu Ani lebih terlihat cantik dari yang saya lihat di televisi.Pameran Batik rutin dilaksanakan setiap tahun untuk memperingati hari Batik yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2011.Dalam pelaksanaannya semua Siswa beserta Guru-gurunya untuk mengenakan batik.Bahkan disepanjang jalan saya melihat banyak hiasan-hiasan batik.Saya sangat bangga menjadi orang Pekalongan.Karena Batik adalah ciri khas dari Kotaku dan yang membedakan dari kota-kota lain.Di Pameran Batik biasanya terdapat bermacam-macam Batik yang berasal dari Pekalongan.Disana juga diperlihatkan bagaimana cara membuat batik,selain itu juga ada berbagai macam makanan khas dari Pekalongan.